Tokoh Tak Patah Semangat

Gereja Sampangan saat ini merupakan sebuah perwujudan rangkaian panjang dari masa lalu. Perjalanan panjang tersebut tidak hanya dikenang, namun juga dijadikan sebagai sebuah pengalaman untuk perkembangan yang lebih baik dan tentunya tidak dapat dipisahkan oleh perjuangan umat pada masa itu. Sebut saja Bapak St. Sudarman yang biasa dikenal dengan sebutan Pak Darman adalah salah satu umat yang terlibat secara langsung perkembangan gereja Sampangan pada masa lalu.

Ketika Pak Darman bercerita mengenai perkembangan gereja masa lalu, seolah-olah rekaman sejarah terulang kembali karena beliau dengan bangga dan semangat dalam menceritakannya. Beliau adalah tokoh yang mendapat dhawuh dari (alm) Rm. Djajasiswaja untuk mendata umat Katolik di wilayah Sampangan. Dari Gunung Padas Stonen hingga terowongan kreteg wesi, beliau mendata umat Katolik dengan mendatangi RT/RW setempat dan door to door mendatangi umat Katolik. Dari pendataan tersebut ternyata terdapat 20 KK.

Pengalaman yang mengesankan adalah Rm. Djajasiswaja meminta rumah beliau ditempati ibadat delegasi Timor-Timur yang melakukan kunjungan di Indonesia.

Beliau tersentuh melihat umat tidak bisa misa hanya karena masalah transportasi dan tidak mempunyai uang padahal banyak umat yang ingin mengikuti misa. Oleh karena itu, Pak Darman berinisiatif untuk mengadakan ibadat sabda yang dilakukan setiap hari Minggu dan memimpin ibadat tersebut. Setiap jam 05.00 di hari Minggunya, beliau harus sudah berada di Katedral untuk mengambil komuni di Tarbenakel lalu pukul 12.00 mengembalikan ke Katedral.

Sumber : Buku Kenangan 30 Tahun Gereja St.Paulus Sampangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *