Semangat Pelayanan dalam Hidup Menggereja di Gereja Santo Paulus Sampangan

Bapak ibu dan saudara saudari yang terkasih dalam Tuhan, umat Katolik terutama di Wilayah St. Paulus Paroki Katedral Randusari Semarang, Berkah Dalem.

Pertama-tama secara pribadi saya mengucapkan selamat atas ulang tahun gereja kita yang ke-40 pada tanggal 21 Agustus 2017. Usia yang ke 40 bagi seseorang biasanya ditandai dengan semangat kerja yang menggebu-gebu, artinya sedang dalam posisi yang penuh semangat kerja. Begitu juga yang saya harapkan dari hidup menggereja kita. Sebagai orang yang telah cukup lama tinggal dan ikut serta dalam pelayanan di Gereja Wilayah St. Paulus Sampangan dan secara khusus dalam dua kali periode yang berbeda periode 1988 – 1991 dan 1997 – 2000, saya dipercaya untuk menjadi ketua pengurus gereja untuk melayani umat di Wilayah ini, tentu banyak hal yang saya rasakan dan alami dalam upaya melayani umat di Wilayah ini.

Kedua, sejauh yang saya ingat berdasarkan cerita-cerita dari pendahulu saya dan pengalaman saya sendiri Wilayah ini didirikan atas prakarsa para pendahulu saya dan ditanggapi oleh Romo A. Djayasiswaya, sebagai Pastor Kepala Paroki Katedral (terakhir sampai wafatnya sebagai Uskup Bandung) pada tahun 1977, menurut para pendahulu saya dulu gereja kita masih seperti kandang kambing lalu diubah seperti gudang yang agak panjang untuk menampung umat yang semakin banyak, kemudian terjadi banjir bandang pada Januari tahun 1990 yang membuat gereja kita terendam banjir setinggi kurang lebih 2,5 mtr, setelah itu ada prakarsa dari Paroki Katedral dan didukukung oleh Keuskupan Agung Semarang untuk mencari lokasi pengganti dan sekaligus membuat gedung gereja yang baru. Lalu dibentuklah panitia pembangunan gereja, setelah cukup lama dicari akhirnya kita mendapatkan tanah di Jl. Bukit Unggul yang tempatnya agak tinggi seluas + 3.000 mtr, namun berbagai penolakan dari pihak tertentu akhirnya kita gagal membuat gedung gereja di tempat tersebut, walaupun tanah tersebut sampai sekarang masih tetap kita miliki. Setelah mengalami berbagai peristiwa yang cukup menguras energi, akhirnya pada tahun 1998 oleh pengurus dan bersama Romo Y. Sukardi sebagai Kepala Paroki Katedral pada waktu itu, disepakati untuk merenovasi gedung gereja lama menjadi seperti yang sekarang kita pakai bersama ini, yang pada akhir th. 2.000 diresmikan oleh Mgr. Ign. Suharyo (sekarang menjadi Uskup Agung Jakarta). Inilah sekedar rekaman ingatan saya kalau berbicara tentang gedung gereja kita, yang menurut permenungan saya kiranya memang ini yang dikehendaki oleh Tuhan sendiri seperti Sabda-Nya ; rancangan-Ku bukanlah rancanganmu (bdk, Yes 55 : 9 )

Ketiga, setelah sekian waktu seiring dengan perkembangan kota dan penduduknya saya mengamati perkembangan umat Katolik di wilayah ini, saya melihat banyak hal yang menggembirakan terjadi di wilayah kita ini. Pertama-tama saya melihat semakin banyak umat yang dengan penuh kesadaran mau terlibat dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh gereja baik sebagai pengurus maupun sebagai peserta, semoga kedepan semakin banyak saudara yang secara aktif mau terlibat dan ikut ambil bagian sesuai dengan talenta masing-masing. Kemudian generasi muda (OMK) yang dulu masih anak-anak yang suka lari-lari di seputar gereja dan terkadang dirasa mengganggu dengan teriakan-teriakan kegembiraan mereka, sekarang sudah menjadi OMK yang juga secara aktif mau terlibat menjadi pengurus, tentu mereka ini perlu pendampingan yang terus menerus agar hidup iman mereka semakin mendalam agar mereka kelak tetap selalu peduli pada kehidupan menggereja dimanapun mereka tinggal supaya semangat pelayanan mereka juga menular kepada orang-orang disekitarnya dan kepada keluarga dan anak-anak mereka. Selanjutnya saya juga melihat seiring perkembangan kota dan juga penduduk, saya melihat banyak wajah-wajah baru yang tidak saya kenal yang mengikuti perayaan Misa Kudus di gereja kita, saya berharap mereka juga bisa disapa untuk diajak ikut serta terlibat dalam kehidupan menggereja di lingkungan maupun di wilayah, karena saya percaya setiap orang mempunyai talenta masing-masing, hanya terkadang tidak bisa dikembangkan karena belum / tidak diberi kesempatan.

Terakhir saya mencoba melihat situasi negara kita yang sekarang ini terlihat banyak hal yang baik diusahakan oleh Pemerintah, namun juga ada juga pihak-pihak tertentu yang berusaha untuk menjegal dengan berbagai macam cara, yang terkadang cukup membuat rakyat menjadi bingung. Ditengah situasi zaman seperti sekarang ini kita hidup, maka sebagai murid-murid Yesus Kristus Sang Guru Agung , pantaslah kita selalu menimba kekuatan dari pada-Nya dengan memohon Berkat, Rahmat dan Kekuatan dari pada-Nya, dengan mendasarkan diri pada iman, harapan dan kasih, dan mari kita dukung doakan agar pemerintahan yang sudah mengarah pada perencanaan yang baik dapat berjalan sesuai dengan harapan agar setiap orang yang berkehendak baik selalu dilindungi oleh Tuhan Allah Yang Mahabaik. Dalam keyakinan saya, kalau kita dalam melayani sesama didasarkan pada kasih yang tulus kepada Tuhan dan sesama, maka banyak hal akan menginspirasi kita masing-masing dalam pelayanan kita dimanapun dan dalam bentuk apapun.

Demikian sekilas pandangan saya waktu saya diminta untuk menuliskan kesan dan pesan oleh Panitia Ulang Tahun Gereja St. Paulus yang ke-40. Sekali lagi saya ucapkan Selamat Pesta Ulang Tahun yang ke-40 tahun Gereja St. Paulus yang tercinta, semoga Berkat, Rahmat dan Damai Sejahtera dari Tuhan kita Yesus Kristus selalu menyertai perjalanan hidup kita masing-masing.

 

Berkah Dalem

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *