Lingkungan Santo Andreas – Karang Kumpul II

Sejarah lingkungan

Santo Andreas dulu dikenal dengan wilayah Karang Kumpul. Wilayah ini dipecah karena jumlah penduduk mulai berkembang. Dulu wilayah Karang Kumpul yang aktif sebagian besar dari adalah dari lingkungan Karang Kumpul I. Namun setelah dipecah mau tidak mau Karang Kumpul II harus berjalan mandiri. Inilah tujuan Gereja Santo Paulus Sampangan membuat umat yang tidak biasa terlibat harus bekerja keras melibatkan diri. Alhasil sudah terlihat di lingkungan Karang Kumpul II yang sekarang dikenal dengan lingkungan St. Andreas. Seperti lingkungan yang lain Karang Kumpul II memiliki batasan wilayah yakni dari Stonen Timur, Stonen Dalam sampai ke Tumpang.

 

Latar belakang pemilihan nama pelindung

Lingkungan Karang Kumpul II memilih St. Andreas sebagai pelindung karena St. Andreas adalah satu-satunya murid Yesus yang meninggal sebagai martir. Saat dibunuh St. Andreas disiksa selama 3 hari, dan selama itu St. Andreas tetap mewartakan sabda Tuhan sebelum akhirnya Ia meninggal. Lingkungan ini juga memiliki motivasi, yakni “Melayani Tuhan”.

 

Kegiatan – kegiatan lingkungan

Lingkungan Karang Kumpul II juga memiliki kegiatan yang tak kalah dengan lingkungan lain, yakni Adven, Pendalaman Kitab Suci, pesta nama St. Andreas, Koronka, Ibu-ibu WK, dan juga Rosario. Agar komunikasi umat tetap terpelihara, selain rosario, lingkungan ini juga mengadakan pertemuan para pengurus setiap 6 bulan sekali, lalu program kunjungan ke panti jompo, dan panti asuhan. Kendala yang terselip hingga saat ini, yakni OMK, Sulit sekali untuk menggerakkan OMK 32 orang di lingkungan ini.