Lingkungan Santa Maria – Karang Kumpul I

Sejarah singkat Santa Maria

Santa Maria adalah seorang wanita yang dipercaya Allah untuk melahirkan sang juru selamat, yakni Yesus Kristus. la mengandung tanpa noda   karena karunia Roh Kudus yang turun atasnya. St. Maria sangat mengimani Allah, ia menyerahkan segala sesuatu yang terjadi pada dirinya kepada Allah. Ia mau menanggung malu atas kehamilannya, karena pada saat itu ia belum resmi menikah dengan Yusuf. Santa Maria sangat taat kepada Allah, Ia pun sangat setia akan putranya Yesus Kristus. Disaat putranya ditinggalkan para murid-Nya, Maria dengan setia menemani-Nya sampai ajal menjemput Yesus di kayu salib. Karena kesetiaannya akan Allah, Maria diangkat ke surga dan di mahkotai di surga. Ia juga disebut bunda gereja. Maria dipercaya untuk mengabulkan segala permohonan manusia di dunia lewat doa Rosario atau Novena tiga Salam Maria.

 

Sejarah Lingkungan

Lingkungan Santa Maria Karang Kumpul I dulu dikenal dengan nama Karang Kumpul. Karena jumlah umat Katolik wilayah semakin berkembang maka gereja mulai berpikir akan keterlibatan umat di wilayah tersebut. Karena pada umumnya, apabila semakin banyak umat maka keterlibatan mereka dalam kegiatan semakin sedikit, oleh karena itu wilayah-wilayah gereja dipecah menjadi 2, begitu juga Karang Kumpul dipecah menjadi Karang Kumpul I dan Karang Kumpul II, dan kami mendapat wilayah Karang Kumpul I yang dikenal sekarang bernama lingkungan Santa Maria Karang Kumpul I. Lingkungan ini memiliki batasan wilayah tersendiri, yakni Taman Kelud menjadi batas wilayah selatan, Kelud menjadi batas wilayah utara, Pom bensin Sampangan menjadi batas wilayah timur dan UTC sebagai batas wilayah barat.

 

Latar belakang pemilihan nama pelindung

Lingkungan Karang Kumpul I memilih Santa Maria sebagai pelindung karena Santa Maria dikenal sebagai bunda gereja atau ibu setiap umat. Lingkungan ini memiliki motivasi, yakni “Segala permasalahan harus dimusyawarahkan bersama, tidak boleh egois”.

 

Kegiatan – kegiatan lingkungan

Sama seperti lingkungan lain, Karang Kumpul I juga memiliki beberapa kegiatan seperti koor jika mendapat tugas biasanya dilaksanakan latihan dua minggu sebelum tugas, lalu kegiatan ibu-ibu seperti arisan WK dan ibadat, Rosario, syukuran apabila ada yang mengadakan, dan pergi berziarah ke Gua Maria saat bulan Maria, dan sebagainya. Namun, kegiatan tersebut hanya banyak diikuti ibu-ibu saja, sedangkan para Bapak dan OMK sangat jarang mengikuti kegiatan-kegiatan lingkungan yang ada. Jumlah mereka (Bapak-bapak dan OMK) dapat dihitung dengan jari.